Minggu, 26 Februari 2017

contoh teks tampil didepan kelas menceritakan guru favorit dalam bahasa inggris

                        My Favorite Teacher
Assalamualaikum wr wb ....
Good morning everybody ....
First of all, let’s pray and thanks unto our god Allah SWT who has been giving us some mercies and blessing so we can attend and gather in this place in good condition and happy situation.
Secondly, may peace and salutation always be given to our prophet Muhammad SAW who has guided us from the darkness to the brightness from the stupidity to the cleverness, from jailyah era to the Islamiah era namely Islamic religion that we love. So by his guidance we are able to differentiate the good thing and the bad one, the right way and the wrong one in order to enter god’s paradise.
Standing in front of you all, I would like to tell you about my favorite teacher in Senior High School.
When I was Senior High School, my favorite teacher is Mr. Almadina Ahmad, but we would like to be called him with “Mr. Madi”. He is still 27th years old, he’s married since Oktober 9th 2015. He is my Al-Qur’an Hadist teacher. He is a new teacher in my school  when I was in class XI. He is dislike at the first time by some students, but a few days later they change their opinion about him and made themselves diligent and regular in doing the task assigned by him. His method of teaching is very easy but could make me and my friends understood. If any student fails to understood, he helps the students to understand it. He is always ready to help us in all possible ways.
He is could be friend, philosopher and guide also to us.  He is very patient, smart, kind, friendly, and humble. He had sense of jokes it could make me and my friends always laughing. He never angry to his student in all condition and he always smile to everyone. 
The most memorable memories of him in my opinion is he ever made a promise to my class, the promise is if us could reach exam score up the target, he will given the mini holy Quran each one to us. And then my class could got it, he is really kept his promise to us. Can you imagine? He is also ever treated my class to eat chicken noodles, until this day I still remember about it. Until now we are love him, respect him, and like him best.
I think that’s all for this time being. Thank you very much for your kind attention and I’m sorry for my mistakes but I promise to be better in the future. And the last I say...
Assalamualaikum wr wb ....

Resensi Novel Sang Pemimpi

TUGAS BAHASA INDONESIA
RESENSI NOVEL


DISUSUN OLEH:
MELDA DWI VEGA
XI IPS

GURU PEMBIMBING:
TRIWININGSIH,S.pd

                                                       
BAGIAN KEPALA

“LASKAR PELANGI MENUJU PARIS”



Judul Buku  : Sang Pemimpi
Penulis          : Andrea Hirata
Penerbit        : PT Bentang Pustaka
Halaman       : x + 292 Halaman
Cetakan        : ke-14, januari 2008
ISBN             : 979-3062-92-4

BAGIAN TUBUH

Pendahuluan
Mimpi. Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak akan pernah terlepas dari mimpi. Baik itu mimpi saat kita terlelap, maupun mimpi untuk mencapai sebuah impian atau cita-cita. Mimpi berawal dari sebuah angan-angan yang selanjutnya berubah menjadi sebuah keinginan untuk mewujudkan impian atau angan-angan tersebut. Tanpa perjuangan dan kerja keras untuk menggapainya, sebuah mimpi hanya akan menjadi sia-sia saja. dengan kata lain, mimpi itu tidak akan pernah terwujud.
Manusia umumnya selalu bermimpi dalam hidupnya, seperti halnya tokoh utama di dalam novel ini yang tak lain adalah Ikal yang juga merupakan tokoh utama di dalam novel Laskar Pelangi yang juga dikarang oleh Andrea Hirata. Itulah sebabnya  kenapa judul resensi saya LASKAR PELANGI MENUJU PARIS, karena novel ini seperti sambungan cerita dari novel laskar pelangi. Jika novel laskar pelangi bercerita tentang masa kecilnya, novel ini merupakan lanjutan untuk kisah di masa depan atau masa dewasanya.
Bermimpilah. Karena mimpi yang akan membawamu menuju impianmu. Bekerja keraslah. Karena tanpa keja keras, sebuah mimpi hanya akan menjadi sia-sia atau hanya akan menjadi angan-angan kosong belaka. Berdoalah. Karena bersandar pada Tuhan akan menguatkan hatimu untuk meggapai mimpimu.

Inti
Unsur intrinsik 
       ( Tema 
Tema dalam novel Sang Pemimpi ini adalah perjuangan dalam menggapai mimpi dan persahabatan. Hal itu dapat dibuktikan dari penceritaan per kalimatnya dimana penulis berusaha menggambarkan begitu besarnya kekuatan mimpi sehingga dapat membawa seseorang menerjang kerasnya kehidupan dan batas kemustahilan.
       ( Latar
Dalam novel ini disebutkan latarnya yaitu di Pulau Magai Balitong, los pasar, dermaga pelabuhan, gedung bioskop, sekolah SMA Negeri Bukan Main, terminal Bogor, dan Pulau Kalimantan. Waktu yang digunakan pagi, siang, sore, dan malam. Latar suasananya lebih berbau melayu dan gejolak remaja yang diselimuti impian-impian. 
       (Penokohan dan Perwatakan
Ikal               : baik hati, optimistis, pantang menyerah, dan penyuka Bang Rhoma.
Arai              : pintar, penuh inspirasi/ide baru, gigih, rajin, dan pantang menyerah.
Jimbron       : polos, gagap bicara, baik, dan sangat antusias pada kuda.
Pak Balia     : baik, bijaksana, dan pintar. Pak Mustar : galak, pemarah, dan berjiwa keras. Ibu Ikal         : baik dan penuh kasih sayang.
Ayah Ikal     : pendiam, sabar, penuh kasih sayang,  dan bijaksana. 
Tokoh pendukung dalam tokoh ini yaitu Mahader, A Kiun, Pak Cik Basman, Taikong Hanim, Capo, Bang Zaitun, Pendeta Geovanny, Mak cik, dan Laksmi.
                ( Alur
Novel ini menggunakan alur maju dan alur mundur. Alur maju ketika pengarang menceritakan dari mulai kecil sampai dewasa dan alur mundur ketika menceritakan peristiwa waktu kecil pada saat sekarang/dewasa.
             (Amanat
Amanat yang disampaikan dalam Sang Pemimpi ini adalah jangan berhenti bermimpi. Hal itu sangat jelas pada tiap-tiap subbabnya.
                ( Sudut Pandang
Sudut pandang novel ini yaitu orang pertama sebagai pelaku utama. Dimana penulis memposisikan dirinya sebagai tokoh Ikal dalam cerita.

Unsur ekstrinsik
              ( Nilai Moral
Nilai moral pada novel ini sangat kental. Sifat-sifat yang tergambar menunjukkan rasa kemanusiaan dalam diri seorang remaja,yaitu berupa tanggung dalam menyikapi kerasnya kehidupan. Di novel ini, tokoh utama digambarkan sebagai sosok remaja yang mempunyai perangai yang baik dan rasa setia kawan yang tinggi.
             ( Nilai Sosial 
Ditinjau dari nilai sosialnya, novel ini begitu kaya akan nilai sosial. Hal itu dibuktikan rasa setia kawan yang begitu tinggi antara tokoh Ikal, Arai, dan Jimbron. Masing-masing saling mendukung dan membantu antara satu dengan yang lain dalam mewujudkan impian-impian mereka sekalipun hampir mencapai batas kemustahilan. Dengan didasari rasa gotong royong yang tinggi sebagai orang Belitong, dalam keadaan kekurangan pun masih dapat saling membantu satu sama lain. Serta ketika laksmi dan ibunya meminta pertolongan karena mereka tidak mempunyai beras, dengan murah hati ibu Ikal memberi mereka beras, Ikal dan Arai membantunya dengan memberikan uang tabungan mereka untuk modal berjualan ibu Laksmi.
                ( Nilai Budaya 
Nilai budaya di sini juga begitu kental terasa. kebiasaan pada sekolah tradisional yang mengharuskan siswanya mencium tangan gurunya masih menjadi kebiasaan yang rutin dilaksanakan, serta mata pencaharian warga yang keras dan kasar yaitu sebagai kuli tambang timah tergambar jelas di novel ini. 
      ( Nilai Agama 
Nilai agama pada novel ini juga cukup jelas tergambar. Terutama pada bagian-bagian dimana ketiga tokoh utama yaitu Ikal, Arai, dan Jimbron belajar dalam sebuah pondok pesantren. Banyak aturan islam dan nasihat kyai yang mereka patuhi.

Kelebihan Atau Manfaat Buku
Kelebihan atau manfaat yang dapat diperoleh dari novel ini sangat banyak sekali.
 Seperti, manusia tidak akan pernah bisa untuk lepas dari sebuah mimpi dan keinginan besar dalam hidupnya. Hal itu secara jelas digambarkan penulis dalam novel ini dengan maksud memberikan titik terang kepada manusia yang mempunyai mimpi besar namun terganjal oleh segala keterbatasan.
Semua aspek yang disuguhkan pengarang  mampu dikemas begitu apik dari awal hingga akhir. Ditinjau dari segi intrinsiknya, novel ini bisa dibilang hampir tanpa celah. Sebab di setiap peristiwa, Andrea dengan cerdas menggambarkan karakteristik dan deskripsi yang begitu kuat pada tiap karakternya. Sehingga pembaca bisa dengan mudah menafsirkan arah jalan ceritanya.  Terlebih saat Andrea membawa kita ke dalam kenyataan hidup yang harus dihadapi tokoh Ikal yang mimpinya seakan sudah mencapai titik kemustahilan, dan dengan sensasi kecerdasannya, Andrea kembali membangkitkan obor semangat meraih mimpi dan menekankan begitu besarnya kekuatan mimpi Ikal yang akhirnya dapat mengantarkannya ke Paris, kota impiannya.
Selain menggambarkan besarnya kekuatan mimpi, pada novel ini Andrea juga mencitrakan kebijaksanaan seorang ayah yang begitu besar. Pengorbanan dan ketulusan seorang ayah dalam mendukung mimpi anaknya di tengah keterbatasan hidup menjadikan semangat tak yang tak ternilai bagi Ikal dan Arai dalam menggapai impiannya. Disinilah cerita mulai menjadi balada yang begitu mengharu biru. Kesabaran seorang ayah dan rasa sayang seorang anak yang luar biasa besarnya kepada sang ayah menyempurnakan novel ini menjadi bacaan yang begitu mendidik dan sarat akan pesan-pesan moral.

Kekurangan buku
Sebagai seorang resentator yang masih amatir, menurut saya hampir tidak ada kekurangan di dalam novel ini. Hampir keseluruhan dari isi novel ini mendidik dan menginspirasi seorang pemimpi yang mustahil jika mimpinya menjadi kenyataan.

sinopsis
Setelah tamat SMP, 3 remaja pemimpi yaitu Ikal, Arai, dan Jimbron melanjutkan sekolah ke SMA Bukan Main. Disinilah perjuangan dan mimpi ketiga pemberani ini dimulai. Ikal, salah satu dari anggota Laskar Pelangi. Arai, saudara sepupu Ikal yang sudah yatim piatu sejak SD dan tinggal di ruamah Ikal, Arai sudah dianggap seperti anak sendiri oleh Ayah dan Ibu Ikal. Dan Jimbron, anak angkat seorang pendeta karena yatim piatu juga sejak kecil. Namun pendeta tersebut sangat baik, dia tidak memaksakan keyakinan Jimbron, malah mengajarkan Jimbron menjadi muslim yang taat.
Arai dan Ikal begitu pintar dalam sekolahnya, sedangakan Jimbron, si penggemar kuda ini biasa-biasa aja. Jimbron menduduki rangking 78 dari 160 siswa. Sedangkan Ikal dan Arai selalu menjadi 5 besar. Mimpi mereka sangat tinggi, karena bagi Arai, orang susah seperti mereka tidak akan berguna tanpa mimpi-mimpi. Mereka berdua mempunyai mimpi yang tinggi yaitu melanjutkan study ke Sarbonne Perancis. Mereka terpukau dengan cerita Pak Beia, guru seninya, yang selalu menceritakan tentang keindahan kota itu. Demi mimpi yang besar tersebut, mereka bekerja keras, menjadi kuli bangunan mulai pukul 2 pagi sampai jam 7 kemudian dilanjutkan dengan sekolah, itulah perjuangan ketiga pemuda itu. Uangnya mereka tabung demi mewujudkan impiannya. Ya, meskipun secara logika, tabungan mereka tidak akan cukup untuk sampai kesana. Tapi jiwa optimisme Ikal dan Arai  tak terhenti.
Setamat SMA, Arai dan Ikal merantau ke Jawa, Bogor tepatnya. Sedangkan Jimbron lebih memilih untuk bekerja di ternak kuda di Belitong. Jimbron memberikan kedua celengan kudanya yang berisi tabungannya selama ini kepada Ikal dan Arai. Dia yakin kalau Arai dan Ikal sampai di Perancis, maka jiwa Jimbron pun akan selalu bersama mereka. 
Setelah beberapa bulan bekerja serabutan di Bogor. Ikal diterima menjadi tukang pos, dan Arai memutuskan untuk merantau ke kalimantan. Setahun kemudian, Ikal memutuskan untuk kuliah di UI fakultas Ekonomi. Setelah Ikal lulus, ia berusaha mendapatkan beasiswa S2 ke Eropa. Ikal berhasil mengalahkan ribuan pesaingnya untuk mendapatkan beasiswa tersebut.
Saat wawancara penentuan, profesor penguji sangat terpukau dengan proposal riset yang diajukan Ikal, meskipun Ikal hanya berlatar belakang sarjana Ekonomi yang masih bekerja sebagai Tukang Pos, riset yang diajukannya sangat luar biasa. Setelah wawancara selesai, siapa yang menyangka. Kejutan yang luar biasa. Ternyata Arai juga ikut dalam wawancara itu. Bertahun-tahun tanpa kabar berita, akhirnya mereka berdua dipertemukan dalam suatu forum yang sangat terhormat. Begitulah Arai, selalu penuh dengan kejutan. Semua ini sudah direncanakannya selama bertahun-tahun. Ternyata dia kuliah di Universitas Mulawarman dan mengambil jurusan Biologi. Tidak kalah dengan Ikal, proposal Risetnya juga begitu luar biasa dan dia berbakat untuk menghasilkan teori baru.
Setelah pertemuan itu, mereka kembali ke kampung halamannya. Setibanya mereka di kampung halamanya, mereka menerima surat pegumuman penerima Beasiswa ke Eropa yang mereka tunggu-tunggu. Mereka membuka surat itu dengan hati yang berdebar-debar. Subhanallah, ternyata di surat itu tertulis bahwa Ikal menerima Beasiswa ke Eropa tersebut yang artinya ia diterima di Universitas Sarbonne Perancis. Begitu juga dengan Arai, ia juga mendapatkan Beasiswa tersebut di Universitas yang sama dengan Ikal. Arai begitu sedih karena dia sangat merindukan kedua orang tuanya. Dia sangat ingin membuka surat itu bersama kedua orang tua yang sangat ia rindukan. Subhannallah, inilah jawaban dari mimpi-mimpi mereka. Tapi ini bukan akhir dari segalanya. Disinilah perjuangan dari mimpi itu akan dimulai.

Penutup 
Kesimpulan
Kritik dan Saran
Secara pribadi, kritik saya terhadap novel ini yaitu kenapa Andrea memilih kota seperti Paris yang menjadi kota impian Ikal dan Arai. Sementara itu,  di dalam novel ini Andrea menggambarkan sosok Ikal dan Arai sebagai seorang muslim yang taat. Sebagai seorang muslim yang taat, seharusnya sosok Ikal dan Arai di dalam novel ini lebih mendambakan kota Mekah, Madinah ataupun kota Kairo untuk menjadi kota impiannya. Salah satunya misalnya Ikal dan Arai mendambakan menambah ilmu pengetahuan islamnya di Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir. 
Dengan kata lain, saran saya terhadap novel ini yaitu nuansa keislamannya harus lebih ditingkatkan karena Ikal dan Arai tinggal di Belitong yang mayoritas masyarakatnya suku Melayu. Kita ketahui bersama, masyarakat suku Melayu sangat kental dengan norma dan nilai-nilai keislamannya.